Kamis, 04 Januari 2018

Mengembalikan Budaya Sasak Lewat Piagam

Piagam Gumi Sasak adalah sebuah dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk menyambung, menegakkan, meningkatkan, dan menghidupkan kembali kebudayaan sasak.  Tokoh-tokoh pencetus Piagam Gumi Sasak ialah para sejarawan dan tokoh masyarakat yang mengalami keresahan karena melihat kebudayaan suku sasak yang mulai tergerus oleh modernisasi dan  budaya barat. Seperti yang kita ketahui bahwa budaya barat sudah masuk jauh kedalam gumi sasak saat ini, dikarenakan juga dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan hal ini membuat budaya sasak terlupakan dan masyarakat lebih memilih budaya barat. Maka disini hadirlah piagam gumi sasak untuk mengembalikan kebudayaan dan yang menjadi ciri khas sasak.
Piagam Gumi Sasak ini pertama kali dibacakan oleh Dr. Fajri dihadapan mejelis adat sasak pada tanggal 26 Desember 2015. Dengan dibuat dan disehkannya Piagam Gumi Sasak ini diharapkan, budaya Lombok akan semakin kembangkan dan , masyarakat sadar akan kebudayaan dan pentingnya kita punya ciri khas sebagai orang Sasak yang dikenal diluar. Berikut ini dalah isi dari Piagam Gumi Sasak

PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Menjadi bangasa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui symbol-symbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Symbol-symbol yang diletakkan itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keleluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengetahuan jati diri, sampai pembohongan sejarah denngan berbagai kepentingan para penguasa yang telah berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Petama   :          Berjuang bersaa menggali dan menegakkn jati diri bangsa sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya sasak.
Kedua     :         Berjuang bersama memelihara, menjaga dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa sasak agar terpelihara kemurnian kebenarannya, kepatutannya, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya sasak
Ketiga    :           Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa yang maju dan menjunjung tinggi niali religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat :          Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa sasak baru dengan kejatidirian yang kuat utnuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima    :          Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga allah senang tiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jemawal 1437/H
 26 Desember 2015


Ditandatangani Oleh.
1.     Drs. Lalu Azhar
2.     Drs. Haji Lalu Mujtahid
3.     Drs. Lalu Bayu Windia, M.si
4.     TGH. Ahyar Abduh
5.     Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph.D
6.     Dr. Muhammad Fajri, M.A
7.     Dr. Jamaludin, M. Ag
8.     Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum
9.     Drs. H. A. M uhit Ellepaki, M. Hum
10.  Dr. H. Sudirman, M.Pd
11.  Dr. H. L., Agus Fathurraman
12.  Mudzirin
13.  L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M.Pd


11 komentar:

  1. piagam gumi sasak. wow juga. ini resmi ya? baru tau ada yg begini juga 😂😂 yah, kadang saya juga trlalu condong ke budaya barat. krna ada piagam ini, mgkn kita anak" muda sasak bakal bisa ttp ingat jati diri, tradisi dll dlm adat sasak. tp ini bukan sepenuhnya salah anak muda aja loh, knp kita lbih suka budaya barat. secara gitu ya, music makes all unite. apalagi lagu" sasak skrg kan malesin banget dengernya, makanya kita" lbih suka kebarat"an gitu, apalagi dunia udh sangat maju, modern, dan manusianya pada dinamis dan songong(ya saya juga sih ya) wkwkwk. tapi, dengan adanya piagam ini mgkn bisa membantu saya dan anak" muda lainnya yg sangat menggilai budaya barat akan mencintai budaya sndiri juga dan bisa berkarya juga. semangat!

    BalasHapus
  2. Ya aku juga baru tau kalo ada piagam gumi sasak ini. Sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau balas koment jangan dikomenan min 😁 tapi di balasan koment 😃

      Hapus
  3. Ya aku juga baru tau kalo ada piagam gumi sasak ini. Sangat membantu

    BalasHapus
  4. Gob artikel....memang seharusnya seperti ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow amazing min. Kembangkan lagi dan berikan info-info yang bermanfaat seperti ini min.

      Hapus
  5. Sangat bermanfaat, menambah wawasan.

    BalasHapus
  6. Mari bangkitkan jati diri budaya Sasak

    BalasHapus
  7. Keren sekali menambah wawasan

    BalasHapus
  8. Keren sekali menambah wawasan

    BalasHapus